Saling belajar dalam meningkatkan kualitas program pembangunan
dan bekerja sama menyelaraskan upaya pembangunan
05
Sejak 1996, YSA memberikan perhatian khusus terhadap penyakit yang tumbuh subur di tengah masyarakat kota Sorong. Tanpa rasa takut sedikit pun mereka langsung melakukan pendekatan dan meningkatkan pemahaman mengenai HIV & AIDS bagi kelompok resiko tertinggi yaitu para pekerja seks komersial. Setelah itu cakupan kelompok target diperluas ke para pekerja Bar, panti pijat, perusahaan perikanan, korban trafficking, bahkan ke masyarakat umum. Hingga saat ini, YSA juga melaksanakan program dukungan bagi keluarga miskin dan ODHA, serta program kolaborasi penanggulangan HIV & AIDS serta perlindungan anak.
Suster Zita bersama relawan YSA tak pernah letih mengunjungi daerah beresiko tinggi. “Jika melakukan hubungan seks, pakailah kondom dengan benar dan disiplin.
Kondom dapat melindungi diri sendiri dan pasangan dari penularan HIV dan mencegah berbagai infeksi menular lainnya,” ungkapnya di depan hampir 300 orang PSK yang memadati sebuah ruang pertemuan di lokalisasi Malano kota Sorong. Kegiatan penyuluhan seperti ini dapat terlaksana melalui kolaborasi dengan dinas kesehatan dan ketua lingkungan lokalosasi.
Terobosan lain yang dilakukan YSA adalah membangun komunikasi dengan para “mami” yang tersebar di 48 mini bar, untuk memberikan pengertian dan pendidikan tentang HIV/AIDS kepada “anak-anaknya” sebelum “beroperasi”. Lebih dari itu, mereka juga terus memantau 24 panti pijat dan sedikitnya 60 salon yang berpotensi sangat rawan penyebaran HIV/AIDS.
Saat ini selain relawan YSA, telah terbangun jejaring dengan pemerintah dan LSM lainnya yang memiliki kepedulian yang sama. Yang menarik adalah penyokong utama dan para relawan di YSA berasal dari berbagai latar agama yang berbeda. Suster Zita menyebut ini sebagai Tungku yang menjadi pilar pendukungnya, baik berlatar Muslim, Katolik, Protestan, Hindu maupun Budha. Kelima agama besar ini bekerja sama dalam semangat pengabdian dan kasih dalam menyelamatkan umat.
Kerja keras bertahun-tahun telah membuahkan hasil. Simak saja apa yang dikatakan H.E. Sihombing, kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, bahwa 80% masyarakat kota Sorong telah paham tentang HIV/AIDS. Ini merupakan capaian yang besar bagi YSA walaupun mereka belum berani memastikan apakah telah terjadi penurunan jumlah orang yang terjangkit HIV/AIDS di kota tersebut. Hingga bulan Oktober 2008, menurut data YSA, jumlah penderita HIV- positif sebanyak 657 orang.
Bagi Suster Zita dan relawan YSA lainnya, pekerjaan mendampingi dan merawat ODHA ini merupakan panggilan jiwa. Upaya yang dikerjakan mereka, antara lain mengajarkan kepada masyarakat supaya tidak bersikap munafik dalam menghadapi epidemi ini. Suster Zita berharap, sekalipun mereka pada akhirnya harus meninggal, biarlah mereka bisa menghadapinya dengan tenang tanpa beban batin atas perlakuan diskriminatif dari lingkungan sekitarnya yang menganggap mereka menderita penyakit kutukan Tuhan.
Jl. Dr. Soetomo No. 26 Makassar
Reservasi ruangan dilakukan dua minggu sebelum kegiatan dengan mengirimkan surat kepada Direktur Eksekutif Yayasan BaKTI baik melalui pos, fax, maupun email ke alamat berikut.
Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI)
Jl. Dr. Sutomo No.26, Makassar 90113 Sulawesi Selatan
Telp: +62 411 3650320-22
Fax: +62 411 3650323
Email: info@bakti.org
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Client Relation kami, ibu Sherly Heumasse


3.681