Saling belajar dalam meningkatkan kualitas program pembangunan
dan bekerja sama menyelaraskan upaya pembangunan
Praktik cerdas (smart practices) belakangan ini semakin mendapat tempat sebagai model pembangunan sosial yang memberi dampak kuat dalam membangkitkan antusiasme masyarakat untuk menularkan gagasan-gagasan inovatif mereka. Menawarkan solusi cerdas dipandang sebagai langkah efektif yang strategis ketimbang menghadirkan sejumlah teori dan rencana pembangunan yang rumit dan sulit diterapkan. Oleh karena itu BaKTI mengidentifikasi, mendokumentasi dan mempromosikan untuk mendorong replikasi dan adopsi dari keduabelas praktik cerdas yang terpilih di KTI (meliputi 12 provinsi di Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua).
Kegiatan yang dilakukan BaKTI dalam promosi Praktik Cerdas adalah:
Promosi melalui Media Massa. Selain dipresentasikan dalam Pertemuan Tahunan Forum Kawasan Timur Indonesia, keduabelas praktik cerdas pembangunan yang terpilih juga dipromosikan ke berbagai media massa nasional maupun lokal. BaKTI akan mengambil peran untuk melakukan promosi keduabelas praktik cerdas ke media massa. Sepanjang tahun 2009 yang lalu, BaKTI telah mengadakan media visit ke beberapa lokasi praktik cerdas, antara lain adalah bersama jurnalis senior KOMPAS, Maria Hartiningsih, mengunjungi praktik cerdas Kemtraan Bidan dan Dukun di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan
Presentasi & Diskusi / Roadshow. Presentasi dan diskusi akan dilakukan di daerah-daerah tertentu yang menunjukkan minat untuk mereplikasi atau mengadopsi praktik cerdas yang terpilih. Kegiatan ini bertujuan agar para pelaku pembangunan yang terkait, terutama mereka yang berminat mengadopsi praktik cerdas terpilih, dapat memperoleh informasi yang lengkap dari narasumber yang tepat.
Kriteria Praktik Cerdas yang digunakan BaKTI adalah:
Inovatif. Merupakan inisiatif yang baru atau bisa juga merupakan hasil replikasi dari daerah lain tetapi telah disesuaikan dengan kondisi setempat.
Partisipatif. Setidaknya melibatkan dua pemangku kepentingan tingkat lokal dan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Berlanjut. Kegiatan telah dilakukan setidaknya dua tahun dan masih berlangsung saat ini disertai rencana untuk dilanjutkan di waktu yang akan datang. Kegiatan juga bisa dapat terus berjalan dengan pendanaan mandiri dari masyarakat.
Akuntabel. Kegiatan bersifat akuntabel dan transparan bagi seluruh pihak, termasuk masyarakat, tanpa terkecuali.
Berpihak pada rakyat miskin dan berkeadilan jender. Kegiatan dapat memberi manfaat kepada masyarakat miskin serta berdampak dan dikerjakan dengan prinsip-prinsip kesetaraan gender.
Dampak nyata. Ada perubahan positif yang nyata terlihat atau dialami oleh masyarakat penerima manfaat.
Berikut kumpulan informasi Praktik Cerdas di berbagai bidang pembangunan di Kawasan Timur Indonesia:
Awan Legam Itu Berangsur Pergi
Badan usaha milik desa untuk pengelolaan air kami
Bye-bye Rentenir! Hidupku Kini Lebih Cerah
Dari Konflik Menuju Birokrasi Profesional di Kota Ambon
Desa Sehat bukan sekedar wacana di Bone-Bone
Kemitraan Sejati untuk Hutan Lestari
Koperasi perempuan untuk perbaikan kualitas hidup masyarakat
Membangun kepercayaan diri dari usia dini: Cerita dari Sarmi, Papua
Memerangi Kutukan di Papua Barat
Mendorong Kreatifitas, Mewujudkan Mimpi Bersama Masyarakat
Program Manajemen Sarana Transportasi (MST) untuk Pelayanan Kesehatan

