Saling belajar dalam meningkatkan kualitas program pembangunan
dan bekerja sama menyelaraskan upaya pembangunan

Sejarah BaKTI
 » Sejarah BaKTI
 

Sejak didirikan pada tahun 2004, Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) memusatkan perhatian pada:

 

Saling berbagi pengetahuan/pelajaran daerah mengenai pemerintahan, pelayanan publik dan pengurangan kemiskinan 

Menjembatani dan membangun jaringan di antara para tokoh reformasi di daerah 

Mempersiapkan wadah bagi tokoh reformasi untuk dapat saling berbagi keberhasilan dan mendorong perubahan lebih lanjut 

 

Hubungan BaKTI dengan kalangan gubernur, kepala BAPPEDA, akademisi, LSM dan pemangku kepentingan (stakeholder) lain merupakan hal yang esensial dalam relevansi dan efektivitasnya. BaKTI memiliki momentum yang mantap di kawasan timur Indonesia, yang tiga perempat dari seluruh kabupaten yang ada di kawasan tersebut dikategorikan sebagai daerah tertinggal menurut Pemerintah Indonesia. BaKTI menyediakan suatu model replikasi untuk kawasan lainnya di Indonesia.

BaKTI (sebagai salah satu komponen Kantor Pendukung Kawasan Timur Indonesia atau dikenal dengan SOfEI) diadministrasi oleh Bank Dunia sejak pembentukannya. Pada tahun 2009, untuk memperkuat rasa memiliki masyarakat daerah dan untuk memantapkan arah dalam pelaksanaan kegiatannya, BaKTI kemudian menjadi Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia atau Yayasan BaKTI. Peralihan menjadi yayasan memenuhi aspirasi para staf dan pemangku kepentingan di daerah, yang memang hadir sejak awal.

MORE CONTACT INFORMATION
facebook twitter youtube
 
 
Download
9

BaKTI - 2011 Highlights (bahasa)

File size: 179 KB   |   Latest modified: 16 Feb 2012